VIRUS CORONA VERSUS APLIKASI CRM, SEBUAH PERSPEKTIF BISNIS DI INDONESIA

Ketika dunia bisnis merasa bahwa bisnisnya terganggu akibat merebak-nya fenomena serbuan virus Corona. Tetapi di sisi lain, justru sebaliknya kondisi ini bisa dimaksimalkan oleh pelaku bisnis untuk bisa mengubah strategi bisnisnya dengan mengoptimalkan customer yang selama  ini dimiliki perusahaan dengan menggunakan aplikasi CRM  Barantum ( www.barantum.com) .

Hingga memasuki bulan ke-2 fenomena serbuan virus Corona, memang banyak membuat pelaku bisnis merasa bingung dan terkadang tidak bisa berfikir jauh bahwa sejatinya setiap masalah pasti ada solusinya. Itulah yang saat ini sedang  terjadi di Indonesia tepatnya menimpa pelaku bisnis.

Kondisi yang membuat pelaku bisnis merasa “ lelah “ dengan kondisi yang makin hari makin kurang kondusif. Jelas hal ini mengakibatkan terjadinya penurunan produktivitas dari pelaku  bisnis yang ada di Indonesia. Karena dampak dari serbuan virus Corona ini hingga kini telah merambah kepada beberapa sektor industri baik secara langsung ataupun tidak.  Terbukti beberapa sektor bisnis mulai merasakan dampak negatif dari serbuan virus Corona yang terjadi di Indonesia.

Sekalipun saat ini semua golongan bisnis mengeluhkan  tentang dampak negatif dari serbuan virus Corona.  Sebut saja misalnya sektor industri pariwisata yang didalamnya terdapat industri perhotelan, restaurant hingga tour dan travel. Mengalami dampak langsung dengan fenomena  serbuan virus Corona. Begitu pula dengan sektor industri retail, berkurangnya masyarakat melakukan kunjungan ke pusat perbelanjaan akibat adanya ketakutan dari masyarakat terhadap lokasi yang banyak  berkumpulnya orang. Hingga terjadinya penurunan bisnis di sektor transportasi baik darat, laut  dan terutama udara.

Penurunan yang terjadi di sektor bisnis memang telah di antisipasi oleh pemerintah.  Dimana dengan melihat kondisi yang semakin membawa dampak negatif, pada akhirnya pemerintah segera melakukan serangkaian tindakan yang tertuang dalam  satu rangkaian stimulus ekonomi bagi seluruh pelaku bisnis yang ada di Indonesia.

Ambil  contoh seperti bisnis perhotelan yang ada di Batam dan Bali, kedua lokasi ini sudah mulai menerapkan satu kebijakan yang mungkin bagi karyawannya cukup sulit. Dimana dalam kondisi permintaan sepi, karyawan di minta untuk cuti. Memang tidak bisa di tentukan berapa lamanya cuti yang mesti di ambil oleh karyawannya. Namun jika mengacu pada kondisi saat ini, dimana   pertengahan April adalah masa dimana umat muslim mulai melakukan Puasa. Tentu kondisi ini akan terus membawa dampak kurang baik bagi industri perhotelan di Indonesia. Seperti yang disampaikan oleh  Yusran Maulana, Wakil Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restauran  Indonesia ( PHRI), “  Dalam jangka pendek mereka melakukan kebijakan melakukan cuti kepada karyawannya. Jika kondisi ini terus berlangsung hingga bulan puasa maka kondisi ini bisa mempengaruhi bisnis perhotelan.

 

STIMULUS DI SEKTOR BISNIS, BUKTI DUKUNGAN PEMERINTAH KE SEKTOR INDUSTRI

Setiap masalah pasti ada solusinya, kondisi itulah yang saat ini coba di jawab oleh  pemerintah terkait.  Dengan mengelar Rapat Koordinasi yang di hadiri beberapa menteri terkait seperti : Menteri Pariwisata dan Ekomomi Kreatif, Menteri Keuangan, Menteri Perhubungan, Menteri  Ketenagakerjaan dan Menteri Sosial. Pada akhirnya memang pemerintah ingin meringankan beban pelaku industri dengan memberikan skema insentif bagi mereka yang terkena dampak negatif dari akibat merebaknya virus Corona.

Ada beberapa skema yang coba di tawarkan oleh pemerintah dari mulai : (1) Pemerintah bisa memberikan stimulus melalui insentif tunai/cash incentives bagi pelaku industri/bisnis di sektor  maskapai penerbangan (2) Pemerintah bisa memberikan kondisi pelonggaran fiskal dengan menangguhkan pembayaran dari segi pajak daerah maupun Pajak Penghasilan (PPh) Badan, khususnya bagi pelaku bisnis yang ada di beberapa kota-kota yang menjadi destinasi wisata (3) Pemerintah  bisa juga memberikan diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi pelaku bisnis/usaha yang mengalami dampak negatif akibat virus corona (4) Pemerintah juga akan memberikan insentif/stimulus bagi pelaku usaha/bisnis yang bergerak di bidang pariwisata untuk lokasi di sepuluh destinasi pariwisata yang terdampak virus corona. berupa penghapusan tarif pajak hotel dan restoran atau pajak nol persen

 MOMENTUM PELAKU BISNIS MENGUBAH STRATEGI BISNISNYA DENGAN MENERAPKAN APLIKASI CRM BARANTUM  PADA PERUSAHAANNYA

Jika dari sisi pemerintah telah melakukan beberapa tindakan guna memulihkan kondisi bisnis yang terkena dampak negatif dari virus Corona. Justru optimalisasi lain yang mungkin bisa dilakukan oleh pelaku bisnis adalah secara internal mengubah  strategi yang selama kurang di perhatikan oleh pelaku bisnis itu sendiri.

Adalah CRM  (Customer Relationship Management) sebuah aplikasi yang pada akhirnya bisa menjadi salah satu solusi bisnis terbaik yang bisa di jalankan oleh perusahaan. Jika saat ini perusahaan belum menggunakan aplikasi CRM ada baiknya mulai menggunakan aplikasi ini.  Kenapa, karena ada beberapa hal yang bisa dijadikan solusi terbaik bagi perusahaan ketika kondisi melemahnya situasi bisnis terjadi seperti saat ini :

  • Perusahaan bisa lebih mengoptimalkan historical customer yang selama ini menjadi loyal customer perusahaan. Beragam paket bisa di tawarkan kepada loyal customer yang selama terjaga dengan baik hubungannya.
  • Perusahaan bisa memaksimalkan peningkatan kinerja team sales yang mungkin selama ini belum terkoordinasi dengan baik. CRM bisa menjadi tools yang baik bagi perusahaan untuk mengubah cara kerja team sales sehingga menjadi lebih baik.
  • Perusahaan bisa mengubah strategi bisnis yang selama ini di jalankan dengan model tradisional menjadi pola kerja yang bersifat modern. Dengan konsep bisnis yang bersifat modern artinya semua aktivitas perusahaan bisa terkoneksi dengan baik melalui aplikasi CRM. Dampaknya sudah pasti tidak saja efisiensi secara cost bisa terwujud, tetapi juga kualitas kerja SDM yang ada di dalam perusahaan tersebut bisa di tingkatkan menjadi lebih baik. Inilah beberapa keuntungan yang bisa di dapat perusahaan ketika proses kerja tradisional diubah dengan menggunakan aplikasi CRM menjadi model kerja yang bersifat modern.

 

Perkembangan bisnis memang tidak selamanya berjalan mulus dan lancar. Tetapi bukan berarti kendala yang terjadi membuat sebuah bisnis mesti menghentikan inovasinya. Kondisi itulah yang saat ini terjadi, bahwa berkat  merebaknya fenomena virus Corona bukan berarti pelaku bisnis menghentikan operasional bisnisnya. Justru saat inilah saat nya pelaku bisnis melakukan instrospeksi diri melihat kedalam untuk melakukan segala perbaikan yang bisa di jalankan demi  perbaikan kearah yang lebih baik.