Tata cara pengajuan cuti

Cuti atau libur kerja merupakan salah satu yang menjadi hak seorang karyawan. Karyawan yang hendak mengajukan cuti maka hendaknya perusahaan atau kantor mengizinkannya, bilamana sudah sesuai dengan ketentuan perusahaan tersebut. Perihal cuti, sudah di atur sedemikian rupa pada peraturan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan tersebut disebutkan beberapa jenis cuti yang menjadi hak bagi karyawan. Lalu, bagaimana cara mengajukan cuti sesuai dengan prosedur yang baik dan benar? Berikut ini adalah ulasan lengkap mengenai prosedur dan tata cara pengajuan cuti bagi seorang karyawan. Untuk lebih detailnya tentang ketentuan pengajuan cuti dan cara mengajukan cuti kerja di bawah ini.

Ketentuan Cuti Khusus Untuk Karyawan

Sebelum membahas cara mengajukan cuti bagi karyawan, terlebih dahulu kamu pahami beberapa Ketentuan Cuti khusus yang telah di atur dalam peraturan undang-undang nomer 13 tahun 2013 pada pasal pasal 93 ayat 4  tentang ketenagakerjaan. Dalam peraturan tersebut terdapat beberapa ketentuan yang memperbolehkan seorang karyawan mendapatkan cuti.

Tentang ketentuan cuti khusus ini terkadang ada beberapa HRD atau Bagian personalia yang tidak mengetahui. Maka sudah semestinya seorang HRD tahu akan hal-hal yang mengakibatkan seorang harus cuti dan ini bersifat wajib. Adapun beberapa hal yang bisa menjadi ketentuan cuti khusus bagi seorang karyawan antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Karyawan tersebut melangsungkan acara pernikahan, maka dia mendapat cuti selama 3 hari.
  2. Karyawan tersebut akan menikahkan, mengkhitan atau sunatkan dan membaptiskan anaknya, maka karyawan tersebut akan diberikan cuti selama 2 hari.
  3. Istri dari karyawan akan melahirkan atau persalinan anak, atau mungkin istri dari karyawan tersebut keguguran, maka karyawan tersebut mendapat cuti selama 2 hari.
  4. Istri atau suami, kedua orang tua, mertua atau anak meninggal dunia, maka karyawan tersebut akan mendapatkan hak cuti selama 2 hari.
  5. Apabila ada salah satu anggota keluarga yang tinggal satu rumah meninggal dunia, maka karyawan mendapat hak cuti selama 1 hari.
  6. Karyawan tersebut mendapatkan hak cuti selama 2 hari, ketika Karyawan tersebut hendak mengkhitankan anak.
  7. Karyawan hendak melakukan baptis pada anaknya, maka karyawan tersebut akan mendapatkan hak cuti selama 2 hari.

Ada pula beberapa kriteria khusus untuk mengajukan hak cuti tersebut. Beberapa kriteria tersebut antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Kriteria khusus pertama adalah di peruntukan bagi seorang karyawan yang memiliki kewajiban untuk menyelesaikan beberapa perkara baik secara administratif maupun hak-hak bagi anggota keluarga yang meninggal dunia. Atau dengan kata lain karyawan tersebut sebagai ahli waris pertama dari orang yang meninggal tersebut.
  2. Dalam poin pernikahan, yang akan mendapatkan hak cuti adalah untuk pernikahan yang pertama dari karyawan tersebut. Jika pernikahan yang kedua atau ketiga dan seterusnya, maka hak cuti tidak di perkenankan.
  3. Semua ketentuan dari perusahaan untuk pengajuan cuti tersebut harus ditaati oleh semua karyawan.

Perusahaan Tidak Memenuhi Hak Cuti?

Lalu, bagaimana jika perusahaan yang bersangkutan tidak memenuhi pengajuan akan hak cuti dari seorang karyawan? Perlu di ketahui, hak cuti ini sudah diatur sedemikian rupa oleh peraturan undang-undang. Jadi, jika perusahaan enggan memberikan cuti kepada karyawannya, maka berkemungkinan besar perusahaan tersebut mendapatkan sanksi.

Hal ini di karenakan cuti merupakan hak dari seorang karyawan. Perusahaan harus memenuhi hak dari karyawan tersebut. Seperti yang tertera di peraturan undang-undang nomer 13 tahun 2013 pada pasal 186. Dalam pasal tersebut, perusahaan yang enggan memberikan hak cuti bagi karyawan akan mendapatkan sanksi berupa penjara selama paling minimal 1 bulan dan paling maksimal sampai dengan 4 tahun.

Tak hanya sanksi penjara, perusahaan tersebut juga harus membayar denda sebesar 10 juta rupiah paling minimal dan paling maksimal sampai dengan 400 juta rupiah. Dengan begitu, jika perusahaan kamu enggan memberikan hak cuti padahal kamu sudah memenuhi klasifikasi dan kriteria khusus tersebut, jangan takut untuk melaporkan perusahaan mu itu. Biar mereka jera dan hukum yang sudah dibuat ini benar-benar berlaku. Ya meskipun utopis.

Cara Mengajukan Cuti Kerja

Setelah kamu mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan hak cuti diatas, berikutnya akan kami jelaskan bagaimana cara mengajukan cuti kerja. Berikut ini adalah cara mengajukan cuti kerja untuk seorang karyawan.

  1. Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah meminta formulir kepada HRD atau bagian personalia untuk mengajukan cuti.
  2. Setelah itu, kamu isikan formulir tersebut secara lengkap mulai dari identitas sampai dengan alasan kenapa kamu mengajukan cuti tersebut.
  3. Jika formulir sudah kamu isi secara lengkap, maka serahkan formulir tersebut kepada atasan yang berwenang untuk memberikan izin cuti di perusahaan tempat kamu bekerja.
  4. Atasan yang berwenang akan memberikan tanda tangan pada formulir tersebut dan membuat formulir pengajuan cuti menjadi sah.
  5. Tahapan terakhir karyawan melaporkan kepada HRD bahwa dirinya sudah mendapatkan hak cuti dan karyawan tersebut sudah bisa cuti kerja sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Cara Mengajukan Cuti Kerja Secara Online

Selain cara manual, di zaman yang serba digital ini proses pengajuan cuti karyawan juga bisa dilakukan secara online. Namun tidak semua perusahaan memiliki aplikasi atau website khusus untuk cuti secara online. Bagi perusahaan yang memilikinya, tentu akan memudahkan para karyawan.

Caranya sangat mudah. Karyawan tersebut tinggal mengiri form yang disediakan pada aplikasi atau website pengajuan cuti online dari perusahaan yang berkaitan. Maka dalam waktu singkat pengajuan cuti bisa terwujud. Ada beberapa manfaat pengajuan cuti secara online, berikut ini adalah beberapa manfaatnya.

  1. Manfaat pertama dari sistem online ini adalah akan memudahkan semua karyawan ketika terjadi suatu hal yang mendadak sehingga mendadak pula untuk mengajukan cuti kerja. Dengan adanya aplikasi atau website online, maka karyawan tersebut bisa langsung mengajukan cuti pada saat itu dan dapat langsung di pertimbangkan oleh atasan.
  2. Delegasi tugas dari HRD atau orang yang berwenang untuk menyetujui perizinan dan cuti karyawan bisa dilakukan dengan cepat dan optimal.
  3. Dengan adanya sistem online, proses pengajuan cuti kerja dari karyawan bisa dilakukan lebih cepat karena hanya menggunakan ponsel android untuk mengakses website maupun aplikasi dari perusahaan yang bersangkutan.
  4. Proses konfirmasi pengajuan cuti kerja dari seorang karyawan bisa langsung di tindak lanjuti oleh atasan sehingga tidak membuang waktu yang lama dan birokrasi yang berbelit.

Kesimpulan

Nah itulah ulasan lengkap tentang pengajuan cuti bagi karyawan. Karena cuti merupakan hak dasar dari karyawan atau pekerja, maka perusahaan harus memenuhi kewajibannya dengan memberikan hak cuti kepada karyawan yang telah memenuhi kriteria untuk cuti. Semoga artikel ini bisa bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

Terimakasih semoga Artikel ini Bermanfaat