Review DigitalOcean Indonesia 2018

Dulu pertama kali saya utak atik vps linux unmanaged yaitu menggunakan vps dari digitalocean. Awal2nya sempet nyerah karena waktu pertama kali belajar bahasa linux cukup mabok juga he…3x, dulu mau buka port gagal melulu. Menurut saya digitalocean adalah pioneer dibidang vps cloud dengan sistem deploy yang instant, hanya butuh kurang dari 1 menit untuk build vps baru. Kalau di digitalocean menggunakan istilah droplet dengan lambang tetesan air, pas juga dengan nama perusahaannya. Saya sudah deploy server di digitalocean beberapa kali dan semuanya berjalan lancar tanpa ada gangguan. Kalau fitur dan pilihan spek saya kira cukup lengkap. Untuk lokasi servernya meliputi New York, San Francisco, Amsterdam, Singapore, London, Frankfurt, Toronto dan Bangalore. Memang lebih sedikit pilihan lokasi servernya dibandingkan dengan vultr yang lebih banyak. Untuk pilihan OS nya ada Ubuntu, FreeBSD, Fedora, Debian, dan CentOS. Kemudian untuk aplikasi yang disediakan juga cukup lengkap ada Wordpress, Lamp, Docker, GitLab, Dokku, Ghost, NodeJS, Machine Learning and AI, MySQL serta beberapa aplikasi yang lain. Untuk spek yang paling rendah dengan RAM 1GB 1vCPU 25GB SSD Disk dan 1TB bandwith dibanderol dengan harga $5/month atau $0,007/hour. Sayang sekali digitalocean tidak menyediakan spek dengan harga $2,5/month seperti di Vultr. Tapi overall performa digitalocean cukup memuaskan dan saya belum menemui kendala atau gangguan teknis selama memakai VPS di digitalocean. Walaupun begitu Vultr sebagai pesaing dekatnya dalam beberapa hal memiliki beberapa keunggulan. Baca juga Review saya tentang Vultr tahun 2018 di sini : https://seon.co.id/review-vultr/