POTENSI BISNIS OTOMOTIF “ TUMBUH 6 PERSEN DI 2020 VS DAYA TARIK CRM BARANTUM DALAM MENUNJANG KINERJA PERUSAHAAN

Siapa bilang akibat serbuan virus Corona semua sektor bisnis mengalami penurunan. Nyatanya industri otomotif justru mampu meningkatkan kinerjanya dengan  “ naik “ dan berpotensi tumbuh di angka 6 persen di tahun 2020. Lantas bagaimana dengan industri lainnya,  dan seberapa jauh CRM  Barantum mampu menjadi solusi dari permasalahan tersebut.

 

Tidak ada sebuah bisnis apapun di dunia ini yang akan terus mengalami pertumbuhan. Karena pada dasarnya semua sektor industri pasti mengalami pasang surut bisnisnya seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan zamannya. Namun yang terjadi saat ini, dimana pelaku industri mengalami kondisi yang tidak di sangka-sangka sebelumnya. Pengaruh serbuan virus corona mampu menekan angka pertumbuhan industrinya.

 

Ambil contoh dari dua sektor industri berikut yaitu Industri Pariwisata dan Industri Otomotif. Dari data yang disampaikan oleh  BPS ( Biro Pusat Statistik) berdasarkan data yang di himpun dari bulan ke bulan terjadi penurunan. Wisatawan mancanegara dari Singapura turun 33,12% dan di susul Amerika Serikat yang turun sebesar 19,42%. Justru yang menarik adalah wisatawan mancanegara yang berasal dari Cina. Negara yang justru tempat di mana virus Corona itu berasal ternyata  hingga Januari 2020 mengalami peningkatan.

 

Jika di bulan Desember 2019 angkanya mencapai 154.175 orang, kondisinya  justru di awal Januari 2019 angkanya lebih tinggi 178.665. Artinya selama Januari hingga Desember 2019 terjadi penurunan sebesar 13,70%. Namun menariknya justru di Januari 2020 angkanya meningkat menjadi 181.281 atau sekitar 1,46% mengalami kenaikan.  Sedangkan berdasarkan bulan ke bulan justru baik Cina ( Tiongkok ) dan Korea Selatan terus mengalami peningkatan . Tiongkok ( Cina ) naik sekitar 17,58% sedang Korea Selatan  naik sebesar 10,39%.

 

Jika sektor pariwisata masih belum stabil, justru sektor dan industri otomotif secara meyakinkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan potensi bisnisnya.  Hal itu sejalan dengan apa yang di sampaikan oleh Kemenperin ( Kementrian Perindustrian ) dan GAIKINDO ( Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Berdasarkan kesepakatan yang telah di sepakatinya, maka keduanya sepakat untuk saling bahu membahu meningkatkan potensi bisnis otomotif yang ada di Indonesia.

 

Targetnya  memang masih bersifat jangka menengah ke panjang. Dimana pada tahun 2024, menurut kesepakatan yang mereka capai, Pemerintah  berencana memasang  target ekspor untuk kendaraan jenis CBU asli Indonesia menembus angka 1 juta unit.  Angka tersebut memang bukan sekedar angka belaka. Karena  hingga tahun 2020 saja di dalam negeri sendiri guna meningkatkan daya saing industri otomotif di Indonesia. Saat ini sudah terdapat sekitar 700  industri komponen pendukung industri otomotif.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sedangkan progress industri otomotif sendiri yang saat ini  terjadi, hingga memasuki tahun 2019 angka penjualan ekspor kendaraan Completely Build Up ( CBU ) sudah mencapai angka 332.000 unit atau meningkat dibanding tahun sebelumnya dengan angka peningkatan sebesar 25,5%.  Begitupula untuk ekspor kendaraan  yang masuk dalam model Completely Knock Down ( CKD) angkanya  meningkat sebesar 523,5% dibanding tahun 2018 yaitu dengan angka penjualan sebesar 511.000 set.

 

CRM BARANTUM, ALTERNATIF SOLUSI PELAKU BISNIS DI ERA SERBUAH CORONA DI INDONESIA

 

Memang  di balik bencana biasanya pasti terdapat hikmah yang bisa kita ambil. Begitupula dengan kondisi saat ini, dimana pelaku bisnis sedang di sibukkan dengan serbuan virus  corona yang bisa menjadi penghambat dalam peningkatan angka omzet perusahaan.  Jika industri pariwisata mengalami penurunan akibat serbuah Corona. Namun sebaiknya dalam kondisi seperti ini pelaku dalam industri pariwisata justru mengubah pola kerjanya menjadi lebih inovatif dan strategis.

 

Mungkin kita sebagai pelaku dalam industri pariwisata bertanya. Bagaimana mungkin kita melakukan inovasi dan mengubah strategi jika memang kondisinya saat ini industri sedang mengalami gejolak penurunan potensi bisnisnya.

 

Menyikapi kondisi seperti yang terjadi saat ini memang perlu adanya ketenangan dalam menyikapi kondisi yang ada. Ibarat kata kondisi yang terjadi di sektor pariwisata bisa diantisipasi dengan sebuah inovasi bisnis dengan mengoptimalkan aplikasi CRM. Deskripsinya adalah sebagai berikut :

  • Ada beberapa perusahaan pariwisata ( Perhotelan dan Tour travel ) yang memberlakukan cuti sementara karyawannya. Merumahkan karyawan sejatinya mungkin menjadikan karyawan tidak bekerja. Justru ini yang salah, kenapa, karena perusahaan masih bisa menggunakan aplikasi CRM agar karyawan yang di rumahkan sementara masih tetap bisa bekerja. Apalagi saat ini CRM Barantum telah mengembangkan satu aplikasi CRM Omni Channel . Artinya dalam aplikasi tersebut di dalamnya terdapat 8 media sosial yang sudah di integrasikan (Call center, Email inquiry, Telegram, Line, Facebook. Instagram, Whatsapp, Twitter.). Artinya karyawan  bisa bekerja dari rumah dengan menggunakan CRM
  • Perusahaan bisa mengoptimalkan potensi Customer yang dimiliki perusahaan untuk merencanakan program-program menarik bagi loyal customernya . Beragam program loyal customer bisa di ciptakan berkat adanya historical customer yang tersimpan rapi di CRM. Sehingga perusahaan meminimalkan pencarian customer baru, tetapi justru mengoptimalkan customer lama yang sudah tahu dan paham bagaimana kinerja perusahaan pariwisata tersebut.

 

Dengan semua hal yang telah di jelaskan diatas, pada akhirnya kita sebagai pelaku bisnis tidak melihat kendala atau masalah yang bisa menjadi penghambat peningkatan kinerja perusahaan. Tetapi yang ada justru perusahaan harus selalu berinovasi dan berinteraksi dengan kendala yang ada agar perusahaan tetap survive .   Karena pada akhirnya CRM itu bukan sekedar aplikasi bisnis semata, tetapi CRM adalah sebuah aplikasi yang akan bisa menjadikan perusahaan anda lebih maju dan  unggul dimasa kini dan mendatang.